Jumat, 12 November 2010

Gemuruh Gunung Merapi Jumat Subuh

Gunung Merapi mengeluarkan kolom asap Selasa (4/11/2010)
BEBERAPA penduduk Pedukuhan Janturan Tirtoadi Mlati Sleman Yogyakarta mendengar suara gemuruh dari arah Gunung Merapi pada pagi buta Jumat (12/11). Diduga suara yang terdengar dari jarak 25, 5 km berasal dari Gunung Merapi. Setelah terbit matahari, Gunung Merapi terlihat mengeluarakan kolom asap.

Aktivitas Gunung Merapi sejak pertengahan Oktober lalu memperlihatkan aktivitas tinggi. Erupsi tanggal 26 Oktober petang menyemburkan awan panas dan melanda desa Kinahrejo, hingga merenggut belasan nyawa, termasuk Juru Kunci Gunung Merapi Mas Penewu Surakso Hargo atau Mbah Marijan.

Hingga kini aktivitas tentap dalam intensitas tinggi. Bahkan sejak Selasa pagi 4 November 2010 Gunung Merapi hampir setiap hari mengeluarkan kolom asap besar, termasuk hari ini, Jumat (12/11).
Sudah 18 hari aktivitas Gunung Merapi berintensitas tinggi namun belum terlihat menurun. Awan panas masih menyembur dari kepundan Merapi.  Hulu sungai sudah penuh lahar. Sangat potensial terjadi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Ada informasi aktivitas Gunung Merapi dalam upaya menata diri dan lingkungannya diperkirakan butuh waktu 41 hari. Namun yang jelas Kepala  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Dr Surono pernah mengatakan aktivitas berintensitas tinggi Merapi berlangsung maraton, sulit memprediksi kapan berakhir.
Ikuti saja irama Merapi. (Bambang M)

Senin, 25 Oktober 2010

Gempa Landa Mentawai, Berpotensi Tsunami

Kepulauan Mentawai digoncang gempa berkekuatan 7.2 SR. Gempa pada pukul 21,42, Senin (25/10/2010) berpotensi menimbulkan tsunami.
Info Gempa dari BMKG menjelaskan, pusat gempa berada di kedalaman 10 km, di titik koordinat 3,61 lintang selatan dan 99,93 bujur timur atau 78 km barat daya Pagai Selatan Mentawai Sumbar. (Den Bambang)

Senin, 27 April 2009

Jawa Ilang Jawane

Identitas suku Jawa, boleh jadi akan hilang pada suatu saat lagi. Akhir-akhir ini penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu mungkin dinilai tidak populer lagi, ketinggalan zaman, ndeso. Buktinya, di pelosok desa saja sekarang banyak keluarga yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Menyedihkan memang.
Banyak anak muda apalagi anak-anak yang sudah tidak kenal lagi dengan kiroto boso, paribasan, nama-nama bunga, anak hewan. Juga sudah kesulitan untuk berbahasa krama, sudah kurang pemahamannya tentang klasifikasi bahasa Jawa yang terdiri dari bahasa Ngoko, Krama, Krama Madya dan Krama Inggil. Juga sudah kebingungan menggunakan bahasa Jawa yang tepat.
Padahal, bahasa Jawa termasuk strategi budaya supaya yang muda selalu menghormati yang tua, yang rakyat menghormati pejabat, yang anak menghormati orang tua.. Bahasa menjadi barier meletupnya konflik.
Dalam budaya Jawa juga ada unggah-ungguh, budipekerti, sopan santun.Suatu sikap yang mengatur hubungan dengan sesama, dengan orangtua, dengan pemimpin. Misalnya, dulu bersepeda di pelataran atau pekarangan orang lain dinilai sebagai perbuatan tidak sopan. Melintas di depan orang duduk tanpa menundukkan kepala dan merendahkan badan, juga tidak sopan dan masih banyak lagi perilaku sopan santun lainnya yang sekarang sudah nyaris tidak ada yang melakukan lagi.
Parahnya lagi, pendidikan budi pekerti sudah dianggap tidak penting lagi bagi dunia pendidikan formal, terbukti mata pelajaran budi pekerti sudah dinomor sekian....
Sekarang gedung parlemen sudah biasa untuk cekcok mulut, bahkan adu jotos. Ini menjadi referensi bagi anak muda maupun anak-anak, bahwa cara-cara bermusyawarah dengan mengesampingkan sopan santun merupakan hal biasa dan boleh dilakukan.
Tidak tahu mau dikemanakan masa depan anak-anak kita.